Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sindiran Untuk Orang Yang Tidak Punya Etika

Satire adalah genre sastra yang efektif yang menggunakan humor untuk membuat poin sosial atau politik. Dalam bentuknya yang paling populer, karya satir adalah narasi dengan plot atau karakter yang lucu. Plotnya mengolok-olok beberapa aspek budaya, norma, atau institusi masyarakat. 

Membidik yang kuat sambil mendukung yang lemah  mereka yang tidak memiliki status sosial adalah target sempurna untuk humor yang menggigit. Para satiris Yunani awal menggunakan ironi untuk menyerang kepercayaan moral konvensional, dan karya-karya modern Harlan Akhavan dan Brock Dick mengakui hubungan bentuk ini dengan komedi. Pembaca menerima bahwa humor bisa efektif dalam mengungkap kekurangan dalam struktur masyarakat jika mengikuti pedoman sindiran.

Karya satir harus cukup ringkas sehingga pembaca dapat dengan mudah menangkap pesan penulis tanpa kebingungan atau gangguan. Hal ini karena pembaca tidak akan mengerti apa yang penulis coba katakan jika mereka tidak dapat memahami pesan penulis karena detail yang berlebihan atau kata-kata yang rumit dan lucu dalam karya tersebut. 

Untuk mencapai keseimbangan antara humor dan makna ini, seorang satiris yang inovatif harus mempertimbangkan bagaimana pengalamannya sendiri memengaruhi persepsinya dan menciptakan sifat karakter yang ingin ia soroti di masyarakat luas melalui karyanya. 

Sindiran Untuk Orang Yang Tidak Punya Etika

Sindiran Untuk Orang Yang Tidak Punya Etika


Satire adalah alat yang ampuh untuk mengajarkan pelajaran moral dalam beberapa cara. Pertama, dapat mendorong pembaca untuk berpikir secara mendalam tentang apa yang mereka hargai dan bagaimana mereka ingin orang lain memperlakukan mereka. 

Seperti disebutkan di atas, satiris Yunani awal menggunakan ironi untuk mempertanyakan keyakinan moral konvensional seperti kemahatahuan ilahi atau kehendak bebas. Saat ini, penggunaan sindiran modern sering berfokus pada peristiwa atau konsep terkini yang mungkin disukai pembaca tetapi mungkin tidak memiliki dasar fakta atau kenyataan. 

Dengan memperhatikan kekurangan yang dirasakan dalam kepercayaan populer, karya satir dapat membantu pembaca lebih memahami nilai-nilai mereka sendiri dan bagaimana nilai-nilai itu memengaruhi keputusan mereka. Dengan cara ini, karya satir mirip dengan jenis literatur self-help lainnya seperti pidato pembicara motivasi dan buku-buku tentang psikologi dan filsafat.

Beberapa orang salah paham apa itu satire karena mereka mengira satire itu mengejek orang lain seperti yang tersirat dari namanya.

Alih-alih menggunakan humor untuk mengkritik sesuatu dari sudut pandang yang masuk akal dan bukan dari sudut pandang yang ekstrem. Namun, karena baik non-satir dan satir menggunakan kata yang sama untuk menggambarkannya. Artinya tidak ada perbedaan antara maknanya  tidak ada alasan bagi siapa pun untuk salah memahami apa yang dilakukan kedua jenis tulisan ketika memanfaatkan humor secara efektif sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan. 

Ide lebih efektif daripada hanya menyatakan fakta akan melakukannya tanpa rasa humor sama sekali akan melakukannya tanpa rasa humor sama sekali, siapa pun yang memahami bagaimana humor dapat digunakan dengan tepat akan melihat melalui upaya humor apa pun ketika seseorang menginginkannya. hanya untuk mengkritik sesuatu tanpa menawarkan alternatif yang masuk akal yang dapat mengubah bagaimana hal-hal tertentu sebenarnya bukan hanya menyatakan secara faktual apa yang sebenarnya tidak

1. "Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya."


2. "Bumi ini bisa mencukupi tujuh generasi, namun tidak akan pernah cukup untuk tujuh orang yang serakah." - Mahatma Gandhi


3. "Hidup ini adalah sandiwara, tapi banyak yang aktingnya jelek."


4. "Jangan suka ngurusin hidup orang jika dirimu saja belum tentu benar."


5. "Selalu beribadah, selalu berbuat baik, suka menolong, berguna bagi orang-orang lain, dan nggak ngurusin hidup orang."


6. "Jangan sia-siakan oksigen yang kamu hirup cuma buat ngurusin hidup orang."


7. "Ini hidup saya. Jadi jangan repot-repot ngurusin ya! kamu tahu nama saya, tapi kamu nggak tahu cerita hidup saya."


8. "Sebenarnya tidak ada yang benar-benar peduli ketika kamu sedih. Jadi, lebih baik kamu berbahagia saja." - Cynthia Nelms


9. "Kalo mau ngurusin hidup saya, jangan lupa sekalian biaya hidup. Jangan tanggung-tanggung dong."


10. "Nggak apa-apa bila kamu tidak menyukaiku. Tidak semua orang memiliki selera yang bagus."


11. "Orang bijak akan merasa malu jika tindakannya tidak lebih baik dari kata-katanya."


12. "Kesombongan tidak menghantarkan kita menuju tempat yang lebih baik, terkadang itu justru mendorong mundur tanpa kita sadari."


13. "Jangan suka ngurusin hidup gue, belum tentu gue mau kurus."

14. "Ternyata lebih gampang bikin story di Instagram ya daripada ngasih kabar."


15. "Sebab kesetiaan hanya milik orang-orang yang berkelas."


16. "Mereka yang kita sayangi yang berada di dekat kita bisa lebih melukai diri kita."


17. "Kenapa tissue bermanfaat? Karena cinta tak pernah kemarau." - Sujiwo Tejo


18. "Jika dalam cinta kau mainkan sebuah drama, kelak kau harus siap untuk menjadi pemeran utama dalam sebuah karma."


19. "Konon jika jodoh adalah tulang rusuk, maka mantan sudah menjadi fosil alias tulang belulang."


20. "Cuek tapi ingin diperjuangkan. Berjuang tak sebercanda itu."


21. "Jika terjadi perdebatan, putuskan egonya, bukan hubungannya."


22. "Bukan masalah benar atau salah. Masalahnya adalah kamu yang merasa paling benar sendiri".


23. "Omonganmu seperti parfum isi ulang, wangi tapi palsu."


24. "Ini yang katanya tulus? Tulus apanya, tulus kok perhitungan".


25. "Kamu nggak cuek kok, kamu mungkin nggak sempet memberi kabar karena sangat sibuk."


26. "Lagi sakit hati banget, ya? Yaudah jangan sedih, diinget aja dulu pernah bikin orang lain sakit hati juga apa nggak." - Raditya Dika


27. "Cinta itu seperti api. Namun, apakah pada akhirnya cinta akan menghangatkan hatimu atau membakar habis rumahmu, kamu tak akan pernah tahu." - Joan Crawford


28. "Kamu lucu banget, sudah tahu salah malah ngotot."


29. "Jatuh cinta adalah hal yang indah. Tapi cinta bisa membuatmu jatuh kapan saja."


30. "Jangan pernah berdebat dengan seseorang yang percaya dengan kebohongannya sendiri."


31. "Tidak masalah. Kamu hanya melupakan dirimu yang sebenarnya. Selamat datang kembali."


32. "Tak seorang pun mempercayai pembohong. Sekalipun dia menceritakan kebenaran." - Sara Shepard


33. "Jangan sembarangan cerita masalahmu pada teman. Karena teman juga punya teman bukan?"


34. "Jangan bangga apa yang diberikan orangtua, tapi banggalah apa yang telah kamu berikan pada orangtua".


35. "Ketidakhadiranmu sudah terlalu lama, hingga kehadiranmu kini sudah tidak penting lagi bagiku."


36. "Berteman saja masih pilih-pilih. Memangnya, ada orang yang mau berteman sama orang yang pekerjaannya hanya memanfaatkan orang saja?"


37. "Supaya engkau mendapat sahabat, hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang."


38. "Oh, salahku. Maaf sudah mengganggumu. Aku lupa aku hanya ada ketika kamu membutuhkan sesuatu dariku."


39. "Aku tidak kehilangan seorang teman pun. Aku hanya baru sadar kalau tak pernah memilikinya."


40. "Teman datang dan pergi. Tapi aku tidak menyangka kamu juga."

Sebuah sindiran menggunakan ironi untuk mengkritik sifat manusia dengan melebih-lebihkan atau mengejek elemen kehidupan. Misalnya, novel satir Jonathan Swift Gulliver's Travels menyindir keserakahan manusia dan sistem politik sambil mempertahankan nada humor di seluruh karya.

Karya satir harus cukup ringkas sehingga pembaca dapat dengan mudah menangkap pesan penulis tanpa kebingungan atau gangguan. Hal ini karena pembaca tidak akan mengerti apa yang penulis coba katakan jika mereka tidak dapat memahami pesan penulis karena detail yang berlebihan atau kata-kata yang rumit dan lucu dalam karya tersebut. Untuk mencapai keseimbangan antara humor dan makna ini, seorang satiris yang inovatif harus mempertimbangkan bagaimana pengalamannya sendiri memengaruhi persepsinya dan menciptakan sifat karakter yang ingin ia soroti di masyarakat luas melalui karyanya.


#Tag Artikel

  • sindiran untuk orang yang tidak punya etika